Menggantungkan asa dan bermimpi ingin menjadi orang yang berkontribusi besar dalam perubahan bagi negara ini (Indonesia-red). Namun sejak semalam hingga pagi ini rasanya hati ini tersentak, menciut, beku, dan hampa. Catatan Christovita Wiltoto tanggal 26 Desember 2004 yg dituangkan dalam bukunya "Behind Indonesia's Headlines" halaman 37-39, dengan judul "Arsenik", itu penyebabnya.
Untuk menjadi orang jujur dan kritis (Ustadz Anis Mata, Prof.Dr. ichasanudin Noorsy, Munir, Burhanudin Lopa dll) itu sama saja menjadi musuh orang-orang perusak bangsa yang ingin memperkaya diri sendiri dan golongannya serta menancapkan adidayanya di negeri ini.
Untuk menjadi orang jujur dan kritis harus sudah mempersiapkan mental menghadapi lawan politik, dengan segala konspirasi dan daya usaha mereka. Namun arsenik belum pernah terpikirkan sebelumnya, bagaimana tidak Jusuf Kalla setelah menang mutlak dan jadi ketum golkar, kuah soto madura yg akan disajikan buat beliau, kandungan arseniknya 0,09 miligram/liter. Padahal batas ambang lingkungan 0,05 miligram/liter.
Munir yg di atas pesawat menuju Amsterdam meninggal mendadak, dan awalnya tak ada kejanggalan, namun setelah Netherland Forensic Institute (NFI) mengotopsi ulang, hasilnya? Dalam darahnya ada 3,1 miligram/liter, dalam urinenya ada 4,8 miligram/litter dan di lambungnya ada 460 miligram/liter.
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian
mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka
dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan
gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu." Fushshilat (41) : 30
tapi ini dia obatnya :)
Andi Suhandi 27 April 2013 06.03
Tidak ada komentar:
Posting Komentar