Senin, 29 April 2013

Pembungkam Arsenik

Menggantungkan asa dan bermimpi ingin menjadi orang yang berkontribusi besar dalam perubahan bagi negara ini (Indonesia-red). Namun sejak semalam hingga pagi ini rasanya hati ini  tersentak, menciut, beku, dan hampa. Catatan Christovita Wiltoto tanggal 26 Desember 2004 yg dituangkan dalam bukunya "Behind Indonesia's Headlines" halaman 37-39, dengan judul "Arsenik", itu penyebabnya. 

Untuk menjadi orang jujur dan kritis (Ustadz Anis Mata, Prof.Dr. ichasanudin Noorsy, Munir, Burhanudin Lopa dll) itu sama saja  menjadi musuh orang-orang perusak bangsa yang ingin memperkaya diri sendiri dan golongannya serta menancapkan adidayanya di negeri ini. 


Untuk menjadi orang jujur dan kritis harus sudah mempersiapkan mental menghadapi lawan politik, dengan segala konspirasi dan daya usaha mereka. Namun arsenik belum pernah terpikirkan sebelumnya, bagaimana tidak Jusuf Kalla setelah menang mutlak dan jadi ketum golkar, kuah soto madura yg akan disajikan buat beliau, kandungan arseniknya 0,09 miligram/liter. Padahal batas ambang lingkungan 0,05 miligram/liter. 


Munir yg di atas pesawat menuju Amsterdam meninggal mendadak, dan awalnya tak ada kejanggalan, namun setelah Netherland Forensic Institute (NFI) mengotopsi ulang, hasilnya? Dalam darahnya ada 3,1 miligram/liter, dalam urinenya ada 4,8 miligram/litter dan di lambungnya ada 460 miligram/liter.


Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu." Fushshilat (41) : 30


tapi ini dia obatnya :)


Andi Suhandi 27 April 2013 06.03



Selasa, 16 April 2013

Selalu cari tahu jalan terbaik dan sisi yang lainnya


PERCAKAPAN SYAIKH DR. MUHAMMAD HASAN DENGAN SEORANG PEMUDA YANG KERAS DALAM BERISLAM
Dr. Muhammad Hasan menceritakan perbincangannya dengan dengan seorang pemuda yang keras (dalam ber-Islam):
Dr. Muhammad Hasan bertanya kepada pemuda itu, “Apakah meledakkan Klub malam di suatu negara muslim halal ataukah haram?”
Pemuda itu menjawab, “Tentu saja halal, dan membunuh mereka pun diperbolehkan”.
Dr. Muhammad Hasan bertanya kembali, “Kalau kamu membunuh mereka yang bermaksiat, ke mana mereka akan kembali?”.
Pemuda itu menjawab, “Sudah pasti ke neraka”.
Lalu Dr. Muhammad Hasan bertanya lagi, “Sedangkan ke mana tujuan syaitan menggoda manusia?”.
Pemuda itu menjawab, “Pasti ke neraka juga”.
Dr. Muhammad Hasan pun berkata padanya, “Berarti kalian telah bersekutu dengan syaitan dalam satu tujuan yaitu menjerumuskan manusia ke dalam neraka!”.
Dr. Muhammad Hasan kemudian menyebutkan satu hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ada jenazah orang Yahudi yang lewat di hadapannya kemudian Beliau menangis, maka para sahabat bertanya: “Apa yang membuatmu menangis ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Aku telah membiarkan satu orang masuk neraka…”.
Dr. Muhammad Hasan berkata pada pemuda itu, “Perhatikan perbedaan pola pikir kalian dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang berusaha untuk memberikan hidayah kepada manusia dan menyelamatkannya dari siksa Api neraka? Kalian di satu sisi, sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Islam di sisi yang lain.”
Islam itu indah, tidak perlu kekerasan…
Wallahu’alam bishowab…

Minggu, 14 April 2013

Literatur Degradasi

*Degradasi *

Mungkin saja hari ini kita adalah tanah yang berdiri di persimpangan sungai. Pelan, bongkah-bongkah jiwa rontok, meski air tidak terlalu kuat menerjang. Bahkan ia menyapa dengan senyum sumringah, tetapi tubuhmu,
jiwamu mengurus. Kebaikanmu terkubur dan dibawa arus, entah kemana. Engkau bukan tercipta sebagai bongkah tanah yang kaku, aku juga. Mari, sebelum waktu kita untuk menabur kebaikan terhenti, rontok terbawa ke muara yang tidak kita kenal. Kita hentikan ketepekuran pesimis, atau ketengadahan angkuh. Menjadi ketepekuran perenungan, dan ketengadahan semangat, cerminan jiwa yang masih percaya bisa bangun. Ah, manusia mana yang belum pernah merasa terpuruk, jatuh hingga ‘pingsan’. Toh, kita manusia, manusia yang tidak pernah diberikan atribut kesempurnaan. Kesempurnaan itu adalah molekul dalam pencarian, bukan titik inti manusia. Kitalah penulis puisi berjudul degradasi, saat kita larut dalam mengeluh tanpa sebuah upaya mencari jalan, menelusuri jalan yang pekat. Mari membawa obor-obor yang memadai sehingga mereka teriak, “oh disana ternyata ada jalan.” Bukan satu hal yang penting nama kita tercatat disana, bahwa jalan ini tertemukan olehku. Bukan. Para pahlawan tidak pernah arahkan mata hatinya untuk tujuan itu, kau pasti tahu itu. Kita adalah pahlawan, untuk apapun yang kita dedikasikan. Bukan orientasi. Bukan nama, hanya saja agar kelak mereka teriak girang, “oh mereka tidak ajarkan tentang keindahan syurga dunia, tetapi kejujuran bahwa dunia adalah tempat keringat juang tumpah” Kita, bukan bongkah tanah di tepi sungai… yang hanya diam oleh belaian lembut kepalsuan, lalu tenggelam. 

< Alm. Ustadz Rahmat abdullah >

Sabtu, 13 April 2013

Dibalik Kawat



Ini menjadi salah satu tempat yang paling sering ku tempati,,,
tapi jika ku kenang semua,,, tanpa sadar kawat ini tidak terkenang,,, hanya kegiatan2nya  saja yang terkenang,,,
tanpa sadar pula kalau ternyata,,, tempat ini memiliki filosofi yang begitu hebat,,,
memberikan ku dan orang yang sering duduk di tempat ini,,, cara berfikir untuk melihat ke depan tanpa mengindahkan masalah yang dihadapi,,,
kami yang duduk ditempat ini hanya fokus pada apa yang ada dibalik kawat,,,
entah apa yang terjadi jika orang2 yang duduk di tempat ini hanya memperhatikan kawat dan hanya terpaku pada setiap jalur kawat ini :P *jangan dibayangkan :D

Bismillah

Bismillahirrahmanirrahim,

Diawali dengan lafadz basmalah, mudah-mudahan semuanya berjalan dengan baik dan Allah meridhainya. Sebenarnya udah lama pengen buat blog ini cuma baru kesampaian sekarang hehe:). Bermula dari ketika saya dapet ide maupun inspirasi bagus, namun hanya tersimpan dalam pikiran saya sendiri *ga bermanfaat buat orang lain kan?. Intinya mulai saat ini, Insya Allah ini akan menjadi media tempat saya mencurahkan segala buah dari pemikiran.

#Semangat Menulis. Gunakan Source yang ada buat berkarya. Mudah-mudahan bermanfaat bagi semua orang yang mampir atau tersesat di blog ini :D.