Jumat, 31 Mei 2013

Pidato anak 12 Tahun di ruang sidang PBB

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ). ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka. Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun. Inilah Isi pidato tersebut:
(Sumber: The Collage Foundation) Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga.
Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja. Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang. Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya.
Kami tidak boleh tidak di dengar. Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara. Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya.
Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya! Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA! Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut. Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan. Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi. Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang " .
Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah? Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini. Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak.
Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut? Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali.
Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.” Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut. Sekian dan terima kasih atas perhatiannya. *********** Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.
Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya: " Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun "

Kamis, 30 Mei 2013

Sesuatu yang terlintas

Banyak hal yang bisa saja terlintas dalam setiap aktifitas, namun kali ini yang akan saya bahas adalah mengenai hal2 yang pernah terlintas dan membuat JLEB!!!. Entah itu konsekuensi yang harus dijalanani atas apa yang sedang menjadi sebuah tujuan. Misal ketika kita mengebu-gebu ingin sekali menghafal Al quran yang notabennya sejalan dengan indikator keimanan, iya ga sih? kalau yang saya alamin sih iya, disaat kita lagi merasakan Manisnya iman (Halawatul Iman) mudah saja bagi kita buat membaca(ngaji), menghafal, menghayati, dan menerima. Namun disaat hati lagi beku (si Iman lagi loyo), sulit banget, jangan kan mengulang hafalan, membaca pun ga dapet feel nya :(. Kembali ke Laptop *loh ? Kembali ke Sesuatu yang terlintas, dalam case ini (menghafal Al quran) yang terlintas adalah sebagai berikut :

1. Bisa kan one day one ayat (ustdz yusuf mansyur)
2. Bisa kan kalau seminggu bisa hafal 1 surat (surat di bawah 50 ayat kan banyak, misal 49 ayat : 7 hari = 7 ayat/hari cuma 7 ayat/ hari bro, bandingin sama lagu, kita ga usah baca tuh lirik, cukup dengerin 3 kali, sejam lagi kita udah nyanyi2 sendiri ckckck

itu baru 2 sebenarnya buanyak yang terlintas, entah kenapa jika kita fikirkan kembali 2 hal diatas itu mudah, hanya saja kita nya yang terlalu mudah,,,, mudah menciut maksudnya (mental). 

Esesnsi nya : Sesuatu yang terlintas bisa jadi itu petunjuk dari yang Maha Kuasa untuk membuka jalan menuju tujuan, Cepat kerjakan dan jangan tunda.




Selasa, 28 Mei 2013

Dan Lagi Sebuah Planning

Universitas Indonesia (UI) siapa coba yang ga mau jadi salah satu pasukan almet kuning? Beberapa bulan yang lalu sempat mengalihkan haluan dari Plan A, ke Plan B (UI), 
udah Memahat mental, beli buku SMBPTN terbaru & ga lupa sama buku , udah buat list Pantangan, dll  itu semua sebelum tes SNMPTN tertulis
tapi Saya rasa ini jalan yang ALLAH Berikan, kerja sambil kuliah dan kembali ke Plan A yang telah di rancang sejak kelas 6 SD,

Ayo adek2, semuanya harus direncanakan. tapi harus tetap berdoa minta petunjuk sama Allah.

sehebat apapun manusia dalam berspekulasi atas masa depan yang ia rencanakan, namun Allah lah yang menentukan semuanya.

Dan Akhirnya harus saya bilang : " Rencana Allah Itu Indah"

Allahu Akbar !!!

Senin, 29 April 2013

Pembungkam Arsenik

Menggantungkan asa dan bermimpi ingin menjadi orang yang berkontribusi besar dalam perubahan bagi negara ini (Indonesia-red). Namun sejak semalam hingga pagi ini rasanya hati ini  tersentak, menciut, beku, dan hampa. Catatan Christovita Wiltoto tanggal 26 Desember 2004 yg dituangkan dalam bukunya "Behind Indonesia's Headlines" halaman 37-39, dengan judul "Arsenik", itu penyebabnya. 

Untuk menjadi orang jujur dan kritis (Ustadz Anis Mata, Prof.Dr. ichasanudin Noorsy, Munir, Burhanudin Lopa dll) itu sama saja  menjadi musuh orang-orang perusak bangsa yang ingin memperkaya diri sendiri dan golongannya serta menancapkan adidayanya di negeri ini. 


Untuk menjadi orang jujur dan kritis harus sudah mempersiapkan mental menghadapi lawan politik, dengan segala konspirasi dan daya usaha mereka. Namun arsenik belum pernah terpikirkan sebelumnya, bagaimana tidak Jusuf Kalla setelah menang mutlak dan jadi ketum golkar, kuah soto madura yg akan disajikan buat beliau, kandungan arseniknya 0,09 miligram/liter. Padahal batas ambang lingkungan 0,05 miligram/liter. 


Munir yg di atas pesawat menuju Amsterdam meninggal mendadak, dan awalnya tak ada kejanggalan, namun setelah Netherland Forensic Institute (NFI) mengotopsi ulang, hasilnya? Dalam darahnya ada 3,1 miligram/liter, dalam urinenya ada 4,8 miligram/litter dan di lambungnya ada 460 miligram/liter.


Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu." Fushshilat (41) : 30


tapi ini dia obatnya :)


Andi Suhandi 27 April 2013 06.03



Selasa, 16 April 2013

Selalu cari tahu jalan terbaik dan sisi yang lainnya


PERCAKAPAN SYAIKH DR. MUHAMMAD HASAN DENGAN SEORANG PEMUDA YANG KERAS DALAM BERISLAM
Dr. Muhammad Hasan menceritakan perbincangannya dengan dengan seorang pemuda yang keras (dalam ber-Islam):
Dr. Muhammad Hasan bertanya kepada pemuda itu, “Apakah meledakkan Klub malam di suatu negara muslim halal ataukah haram?”
Pemuda itu menjawab, “Tentu saja halal, dan membunuh mereka pun diperbolehkan”.
Dr. Muhammad Hasan bertanya kembali, “Kalau kamu membunuh mereka yang bermaksiat, ke mana mereka akan kembali?”.
Pemuda itu menjawab, “Sudah pasti ke neraka”.
Lalu Dr. Muhammad Hasan bertanya lagi, “Sedangkan ke mana tujuan syaitan menggoda manusia?”.
Pemuda itu menjawab, “Pasti ke neraka juga”.
Dr. Muhammad Hasan pun berkata padanya, “Berarti kalian telah bersekutu dengan syaitan dalam satu tujuan yaitu menjerumuskan manusia ke dalam neraka!”.
Dr. Muhammad Hasan kemudian menyebutkan satu hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ada jenazah orang Yahudi yang lewat di hadapannya kemudian Beliau menangis, maka para sahabat bertanya: “Apa yang membuatmu menangis ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Aku telah membiarkan satu orang masuk neraka…”.
Dr. Muhammad Hasan berkata pada pemuda itu, “Perhatikan perbedaan pola pikir kalian dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang berusaha untuk memberikan hidayah kepada manusia dan menyelamatkannya dari siksa Api neraka? Kalian di satu sisi, sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Islam di sisi yang lain.”
Islam itu indah, tidak perlu kekerasan…
Wallahu’alam bishowab…

Minggu, 14 April 2013

Literatur Degradasi

*Degradasi *

Mungkin saja hari ini kita adalah tanah yang berdiri di persimpangan sungai. Pelan, bongkah-bongkah jiwa rontok, meski air tidak terlalu kuat menerjang. Bahkan ia menyapa dengan senyum sumringah, tetapi tubuhmu,
jiwamu mengurus. Kebaikanmu terkubur dan dibawa arus, entah kemana. Engkau bukan tercipta sebagai bongkah tanah yang kaku, aku juga. Mari, sebelum waktu kita untuk menabur kebaikan terhenti, rontok terbawa ke muara yang tidak kita kenal. Kita hentikan ketepekuran pesimis, atau ketengadahan angkuh. Menjadi ketepekuran perenungan, dan ketengadahan semangat, cerminan jiwa yang masih percaya bisa bangun. Ah, manusia mana yang belum pernah merasa terpuruk, jatuh hingga ‘pingsan’. Toh, kita manusia, manusia yang tidak pernah diberikan atribut kesempurnaan. Kesempurnaan itu adalah molekul dalam pencarian, bukan titik inti manusia. Kitalah penulis puisi berjudul degradasi, saat kita larut dalam mengeluh tanpa sebuah upaya mencari jalan, menelusuri jalan yang pekat. Mari membawa obor-obor yang memadai sehingga mereka teriak, “oh disana ternyata ada jalan.” Bukan satu hal yang penting nama kita tercatat disana, bahwa jalan ini tertemukan olehku. Bukan. Para pahlawan tidak pernah arahkan mata hatinya untuk tujuan itu, kau pasti tahu itu. Kita adalah pahlawan, untuk apapun yang kita dedikasikan. Bukan orientasi. Bukan nama, hanya saja agar kelak mereka teriak girang, “oh mereka tidak ajarkan tentang keindahan syurga dunia, tetapi kejujuran bahwa dunia adalah tempat keringat juang tumpah” Kita, bukan bongkah tanah di tepi sungai… yang hanya diam oleh belaian lembut kepalsuan, lalu tenggelam. 

< Alm. Ustadz Rahmat abdullah >

Sabtu, 13 April 2013

Dibalik Kawat



Ini menjadi salah satu tempat yang paling sering ku tempati,,,
tapi jika ku kenang semua,,, tanpa sadar kawat ini tidak terkenang,,, hanya kegiatan2nya  saja yang terkenang,,,
tanpa sadar pula kalau ternyata,,, tempat ini memiliki filosofi yang begitu hebat,,,
memberikan ku dan orang yang sering duduk di tempat ini,,, cara berfikir untuk melihat ke depan tanpa mengindahkan masalah yang dihadapi,,,
kami yang duduk ditempat ini hanya fokus pada apa yang ada dibalik kawat,,,
entah apa yang terjadi jika orang2 yang duduk di tempat ini hanya memperhatikan kawat dan hanya terpaku pada setiap jalur kawat ini :P *jangan dibayangkan :D

Bismillah

Bismillahirrahmanirrahim,

Diawali dengan lafadz basmalah, mudah-mudahan semuanya berjalan dengan baik dan Allah meridhainya. Sebenarnya udah lama pengen buat blog ini cuma baru kesampaian sekarang hehe:). Bermula dari ketika saya dapet ide maupun inspirasi bagus, namun hanya tersimpan dalam pikiran saya sendiri *ga bermanfaat buat orang lain kan?. Intinya mulai saat ini, Insya Allah ini akan menjadi media tempat saya mencurahkan segala buah dari pemikiran.

#Semangat Menulis. Gunakan Source yang ada buat berkarya. Mudah-mudahan bermanfaat bagi semua orang yang mampir atau tersesat di blog ini :D.